Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Pesantren Jadi Saluran Potensial Penyebaran Teknologi Pertanian

0 17

LEMBANG, KABARPANGAN.ID – Seiring perkembangan dan tuntutan kebutuhan kekinian, pesantren saat ini tidak hanya sekadar mengajarkan ilmu agama saja, namun juga mengimplikasikan misalkan teknologi pertanian.

Anggota Komisi IV DPR RI Asep M Affandi mengungkapkan. bahwa pesantren dapat menjadi saluran penyebaran teknologi pertanian yang potensial.

“Dunia pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama, akan tetapi mengimplementasikan life skill bagi para santrinya, termasuk masalah pertanian, peternakan, dan perikanan. Pertanian dijadikan life skil utama bagi para santri,” ujarnya saat pertemuan dengan BPTP Jabar, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Jumat (4/9).

Asep yang juga pimpinan Ponpes Miftahul Huda ini menambahkan, bahwa pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan penyangga pondok pesantren.

“Masing-masing santri memiliki tanggung jawab untuk mengelola lahan pertanian secara bergilir,” ucapnya.

Menurutnya, ke depan, program-program tepat guna seperti budidaya sistem hidroponik, aeroponik, atau vertical garden sangat cocok dikembangkan di pondok pesantren. Jika memungkinkan Asep merasa perlu adanya program screen house di ponpes-ponpes disertai penanganan pascapanen untuk semua komoditas yang dikembangkan berikut permodalan dan akses pasar.

“Hal lain yang tidak kalah penting adalah program penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pertanian di pesantren.” tambahnya.

Senada dengan Asep, anggota Komisi IV DPR RI Haerudin juga menyoroti mengenai pentingnya penyebaran teknologi pertanian.

Ads Air Haji

“Salah satunya bisa dengan optimalisasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Taman Sains Pertanian (TSP) yang telah dikembangkan Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Selain itu Haerudin juga mengharapkan program-program seperti penyebaran benih-benih unggul maupun bibit unggul ternak bagi masyarakat masih perlu untuk dilanjutkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPTP Jawa Barat Wiratno menyampaikan bahwa BPTP Jawa Barat siap secara langsung mendampingi pondok pesantren dalam penerapan teknologi yang dimiliki oleh Balitbangtan.

“Segera kami koordinasikan di internal untuk menyiapkan materi-materi dalam pengembangan pertanian dan peternakan di lingkungan pesantren” tuturnya.

Salah satu contohnya adalah teknologi bioproduk yang dimiliki Balitbangtan, yang akan diaplikasikan dalam mendukung kebangkitan pertanian organik di wilayah Jawa Barat.

“Dari beberapa lokasi uji coba bioproduk pada tanaman padi, hasilnya dapat meningkatkan hasil panen hingga 20 persen.” ungkap Wiratno.

Kepala Balitsa Thamrin menyampaikan pihaknya siap mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui benih-benih unggul sayuran dan teknik budidayanya.

“Kami akan coba lakukan percobaan di lahan-lahan milik pondok pesantren,” tegasnya.

Sementara BIB Lembang, siap mendukung program peternakan di pesantren melalui penyaluran semen beku yang dimiliki. Selain itu, BIB akan menundang secara rutin perwakilan santri dalam pelatihan teknis peternakan seperti penyuntikan Inseminasi Buatan (IB), pembuatan pakan, dan manajeman ternak. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.