Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Cilacap Kembangkan Sumber Pangan Alternatif

0 9

CILACAP, KABARPANGAN.ID – Petani Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) ketahanan pangan, yakni dengan mengembangkan diversifikasi pangan salah satunya menanam ubi jalar.

Yang dilakukan petani Sidareja, Kabupaten Cilacap, mendapat dukungan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dengan melakukan panen ubi jalar bersama petani.

Panen dilaksanakan di lahan milik Rono, petani Desa Kunci yang menghasilkan ubi jalar berkualitas bagus dengan umbi yang besar dan banyak tiap rumpunnya. Ubi jalar yang diusahakan yaitu jenis ubi berkulit merah.

“Saya bahagia panen ini dihadiri bapak bupati beserta ibu bupati, ini menjadi penyemangat saya dalam berusaha tani lebih baik lagi,” ujar petani Desa Kunci, Rono, Minggu (13/9).

“Salah satu penyemangat kami adalah hadirnya penyuluh yang selalu bersama kami. Kami juga bisa memanfaatkan BPP Sidareja sebagai wahana kami tempat kami belajar,” tambah Rono.

Tatto mengatakan, pihaknya senantiasa membangun mindset masyarakat bahwa sumber pangan karbohidrat tidak hanya beras, namun banyak jenis pangan lain yang bisa dikonsumsi dan membuat kenyang.

Ads Air Haji

“Diversifikasi pangan ini ditujukan agar masyarakat mau memproduksi dan mengonsumsi keragaman sumber karbohidrat lain hasil pertanian lokal. Kita bisa mewujudkan ketahanan pangan salah satunya melalui sumber pangan alternatif,” ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa Indonesia sangat kaya aneka sumber pangan pokok selain beras di antaranya kentang, ubi jalar, jagung, sagu, tales, dan aneka kacang-kacangan.

Penyuluh pertanian di BPP Sidarja Eti Solikhatun mengatakan, jenis ubi jalar yang ditanam petani cukup beragam mulai dari ubi jalar kuning, ubi jalar putih, ubi jalar ungu, ubi jalar cilembu.

“Tentu saja dalam mewujudkan mewujudkan ketahanan pangan kami harus harus saling bersinergi. Melalui program Kostratani, kami berusaha melakukan pemberdayaan BPP secara ketat terutama di masa pendemic Covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, bahwa pangan adalah masalah yang sangat utama.

“Masalah pangan adalah masalah hidup matinya suatu bangsa. Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya,” tukasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.