Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Kalbar Tinggalkan Pupuk Berbahan Kimia

0 32

MEMPAWAH, KABARPANGAN.ID – Saat ini masyarakat Indonesia mulai sadar akan pentingnya kesehatan dengan memilih makanan yang sehat. Karena itu, petani di Kalimantan Barat, mulai bergerak untuk mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia non alami.

Dalam pembuatan pupuk organik, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat menggelar Bimbingan Teknis Pemanfaatan Bahan Alami Pada Tanaman Padi yang diselenggarakan di Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur I, Desa Peniti Luar Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah, pada Minggu (2/8).

Petani dilatih untik bahan pengendali organik yang berasal dari pestisida nabati dan agensia hayati, serta pembuatan mikro organisme lokal (MOL) yang berfungsi sebagai pupuk organik.
Petugas POPT Kecamatan Jongkat Diky Dwi C, mengatakan, bahwa pembuatan pestisida nabati dan Mikro organisme Lokal (MOL) sangat mudah, dan dengan biaya yang murah.

“Siapapun dapat mencobanya dengan biaya murah, bahkan tanpa biaya sekalipun,” katanya.

Untuk membuat pestisida nabati, menggunakan campuran daun pepaya dan daun sirsak. Sedangkan untuk bahan pembuatan MOL, menggunakan rebung bambu, bonggol pisang, air cucian beras dan dan limbah buah-buahan.

Ads Air Haji

“Selain itu, pembuatn MOL bisa juga menggunakan limbah sayur, daun gamal, dan siput,” ujarnya.

Ketua kelompok Tani Makmur I Fauzi, menyambut baik adanya pelatihan pembuatan bahan-bahan organik, sehingga petani di desanya tidak lagi kesulitan dalam mengendalikan hama penyakit yang menyerang tanaman padi.

“Sebab selain mudah didapatkan bahan bakunya juga tidak ada efek samping bagi makhluk hidup lainnya,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat Florentinus Anum mengatakan, petani adalah kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan di masa pandemi ini.

“Sesuai arahan Mentan, Provinsi Kalbar mendorong percepatan tanam dan upaya peningkatan produksi. Percepatan tanam penting untuk mencapai target produksi padi tahun ini,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.