Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Klaten Percepat Tanam di Musim Kemarau

0 7

KLATEN, KABARPANGAN.ID – Petani Klaten, Jawa Tengah, melakukan Gerakan Percepatan Olah Tanam dan Tanam (GPOT) padi pada musim kemarau di lahan seluas 500 hektar (ha). Percepatan ini didudukung Kementerian Pertanian (Kementan).

GPOT ini untuk mengejar target produksi dan mendorong para petani agar mengolah lahan dalam kondisi keterbatasan air sekalipun kondisi saat ini tengah pandemi Covid-19. Ini dilakukan agar lahan tetap produktif secara optimal.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah pandemi Covid-19, petani dan penyuluh harus tetap bersinergi menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.

“Walau masih pandemi Covid-19 don’t stop, maju terus, pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan. Setelah panen, segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur,” kata Mentan SYL.

Ads Air Haji

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten, Erni Kusuma Wati mengatakan, Gerakan ini sebagai upaya percepatan dan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Klaten. Kegiatan ini harus dilakukan untuk antisipasi kekeringan sehingga olah tanah terus dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klaten Widiyanti mengungkapkan, pihak dinas melalui pendayagunaan BPP akan terus ikut serta dalam mendorong dan mendampingi petani melakukan percepatan olah tanah sehingga LTT akan mencapai target yang diinginkan.

“Gerakan tanam serentak yang sedang digalakkan saat ini diharapkan dapat merangsang minat petani untuk mengembangkan pertanian tanaman padi di lahan-lahan yang tersedia di tiap wilayah dengan berkoordinasi dan pendampingan oleh penyuluh pertanian lapangan dimasing-masing BPP,” ucapnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian semakin kokoh lantaran kerja keras petani didampingi penyuluh.

“Petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan dan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bermasalah. Pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.