Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Kutai Kertanegara Panen Buah Naga Saat Pandemi Covid-19

0 7

KUKAR, KABARPANGAN.ID – Setelah sempat dihantam serangan penyakit beberapa tahun lalu, kini buah naga di Kutai Kertanegara, Kalimatan Timur (Kukar), Kalimantan Timur, mulai menggeliat kembali dengan panen buah naga.

Geliat budidaya buah naga Kutai Kertanegara (Kukar) mulai muncul lagi di Kecamatan Samboja, Loa Janan dan Kecamatan Sebulu dengan total luas 152,25 hektar dan produksi mencapai 703,6 ton.

Salah satu keunikan kebun buah naga di Kabupaten Kukar, yakni tiang pancang/panjatannya menggunakan kayu ulin yang sangat kuat dan kokoh, yang memang banyak terdapat di daerah ini. Kelebihan lain yang dimiliki buah naga Kukar ini dapat panen sepanjang tahun karena wilayah Kukar terletak di garis equator sehingga intensitas matahari penuh sepanjang hari.

Tanaman buah naga membutuhkan penyinaran matahari penuh dengan intensitas sinar matahari sekitar 70-80 persen. Oleh karena itu di beberapa wilayah dengan intensitas sinar matahari yang sedikit, kebun buah naga diberi lampu untuk mempercepat umur panen. Puncak panen buah naga pada wilayah ini adalah bulan April-Agustus. Buah naga yang dibudidayakan pada wilayah ini adalah buah naga merah.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, dengan kembali normalnya produksi buah naga Kukar tentunya sangat membantu meningkatkan penghasilan masyarakat di tengah pandemi Covid-19, dikarenakan tingginya permintaan pasokan buah di masa ini.

Ads Air Haji

“Petani adalah insan tangguh yang tidak diam saja saat kebunnya diserang hama atau penyakit,” ujarnya, Senin (14/9).

Berbagai upayapun telah dilakukan Kementan dan pemerintah daerah (pemda) setempat. Dinas Pertanian Kabupaten Kukar melakukan berbagai cara untuk mengembalikan kejayaan buah naga Kukar.

Saat ini Kukar masih memiliki potensi yang cukup luas untuk pengembangan kawasan buah naga. Terdapat lahan yang berpotensi untuk pengembangan seluas 67.869 ha. Lahan tersebut cocok karena kondisi lahan dan agroklimatnya sesuai untuk budidaya buah naga.

Senada, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman menyatakan, pihaknya akan terus mendorong petani melakukan penerapan budidaya sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang mengacu pada Good Agricultural Practices (GAP) sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan tuntutan pasar baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

“Terutama buah-buahan unggulan yang berpotensi ekspor seperti manggis, mangga, pisang, nenas, salak, durian dan buah naga dengan berbagai program dan melibatkan seluruh stake holders terkait,” jelas Liferdi.

Liferdi juga mengapresiasi petani buah naga Kabupaten Kukar yang berhasil memproduksi buah naga bermutu bahkan di tengah Pandemi Covid-19. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.