Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Mauk Amankan Stok Pangan Melalui Gerdal Hama Tikus

0 36

MAUK, KABARPANGAN.ID – Kelompok Tani (Poktan) Melati, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus pada tanaman padi.

Pada musim panen padi tahun lalu, beberapa hektar mengalami kegagalan akibat serang hama tikus. Padahal, sejumlah upaya dilakukan namun tikus terus menyerang tanaman dan berkembang biak dengan cepat.

Ketua Poktan Melati, A Yani mengatakan hama tikus selalu ada di sepanjang tahun, disebabkan hamparan seluas 37 hektar tersambung dengan beberapa lahan milik kelompok tani lain di Desa Marga Mulya yang mencapai ratusan hektar yang selalu ditanami padi, sehingga hama tikus selalu ada dan populasinya sulit untuk ditekan.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegal Kunir, Kusnadi mengatakan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, segera melakukan tindakan untuk mengendalikan serangan hama tikus pada tanaman milik petani. Kegiatan Gerdal tikus berupa gropyokan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan seluruh anggota Poktan Melati.

Ads Air Haji

“Kegiatan seperti ini wajib dilakukan segera untuk menekan populasi tikus, sehingga bisa mengamankan pertanaman dan produktivitas. Karena dalam semalam saja tikus bisa merusak puluhan hektar sawah. Dan yang terpenting diupayakan bisa tanam serempak dalam satu hamparan untuk mencegah merajalelanya tikus,” ujar Kusnadi dalam keterangannya, Kamis (1//10).

Sementara itu PPL pendamping di Desa Marga Mulya, Melani mengatakan, kegiatan gropyokan tikus harus dilakukan sebelum musim tanam baru, karena tikus perkembangbiakannya sangat produktif, dalam setahun betina biasanya beranak beberapa kali, masa kebuntingan tikus betina 21 hari dan mampu kawin kembali 24-48 jam setelah melahirkan (post partum oestrus), di daerah hangat perkawinannya mungkin sepanjang tahun.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengemukakan, bahwa pandemi Covid-19 mempengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian semakin kokoh lantaran kerja keras petani didampingi penyuluh.

“Petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan dan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bermasalah. Pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti,” pungkasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.