Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Mempawah Kendalikan Hama Ramah Lingkungan

0 5

MEMPAWAH, KABARPANGAN.ID – Petani Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), melakukan gerakan mengendalikan hama tanpa menggunakan pestisida.

Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Diky Dwi Cahyono mengatakan, pengendalian OPT tidak harus selalu menggunakan pestisida kimia, melainkan bisa menggunakan ramah lingkungan.

“Sebenarnya banyak cara-cara pengendalian OPT yang bisa dilakukan oleh bapak-bapak petani tanpa harus menggunakan pestisida kimia. Dan inilah yang kita lakukan di demplot ini,” ujarnya di hadapan para petani di Kabupaten Mempawah, Minggu (13/9).

Pengendalian OPT di atas demplot seluas 1.000 m2 tersebut antara lain berupa pemasangan TBS, aplikasi agen hayati Trichoderma, Metharizium dan Beauveria bassiana serta kombinasi pestisida nabati dari daun sirsak dan daun pepaya sebagai pengganti pestisida kimia. Dan dari hasil ubinan yang dilakukan diperoleh produksi sebesar 4,5 ton/ha.

Ads Air Haji

“Kami yakin sebenarnya produksi padi ini masih bisa di atas angka tersebut. Namun dikarenakan kondisi tanaman yang selama fase vegetatif hingga awal generatif selalu tergenang air yang disebabkan karena curah hujan yang tinggi selama beberapa bulan ini maka pertumbuhan tanaman menjadi sedikit terganggu,” jelas Diky.

Hal ini diamini oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Mempawah Irma Suryaningsih. Menurutnya aparat telah berkoordinasi dengan berbagai pihak baik swasta maupun instansi teknis lainnya untuk penanggulangan banjir di lahan-lahan pertanian.

“Dan untuk sekarang pihak terkait sedang melakukan pembersihan sungai-sungai besar yang diduga menjadi penyebab tersumbatnya jalur irigasi dari lahan-lahan petani,” ucapnya.

Sementara Kepala UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Yuliana Yulinda memberikan apresiasi dan semangat terhadap petani dalam melakukan pengendalian OPT secara organik dan ramah lingkungan.

“Kami tidak anti dengan pestisida kimia, namun seyogyanya itu merupakan alternatif terakhir apabila cara-cara lain tidak berhasil. Kita utamakan dahulu pengendalian non kimia. Karena selain ramah lingkungan juga tidak meninggalkan residu yang membahayakan kesehatan,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.