Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Polman Dapat Bantuan Fasilitas Pengelolaan Hama Terpadu

0 14

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya sekadar mengimbau kepada petani untuk menghasilkan produski yang berdaya saing dan ramah lingkungan dalam program Gedor Horti. Namun Kementan melakukan langkah kongkrit dengan memberikan fasilitas dan sarana untuk klinik Pengelolaan Hama Terpada (PHT).

Salah satu yang mendapat bantuan fasilitasi tersebut adalah Kelompok Tani Sentosa II, Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.

Bantuan yang diterima petani terdiri atas kulkas, enkas, drum, kompor gas dan tabung, aerator, sambungan L, selang, glasswall, jerigen, baskom besar, palstik tahan panas, lem tembak dan peluru tembak. Perlengkapan ini digunakan untuk membuat pestisida nabati dan agens hayati.

Sejak mendapatkan sarana prasarana klinik PHT, para petani senantiasa berkumpul di malam hari setelah selesai berkebun untuk mempraktikkan sendiri pembuatan pestisida nabati dan agens hayati seperti Trichoderma sp., Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae, Paenibacillus, dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).

Kepala Seksi Pengembangan Teknologi dan Laboratorium OPT UPTD BPTPH Sulawesi Barat Ritje Kombe mengatakan, panduan membuat pestisida dana gens hayati dilakukan via video call oleh petugas POPT.

Ads Air Haji

“Awalnya petani mendapat pembinaan langsung dari BPTPH Sulawesi Barat. Dikarenakan terkendala Covid-19, pembinaan selanjutnya dilakukan secara virtual,” ujar Ritje dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Klinik PHT tersebut merupakan sarana koordinasi dan konsultasi bagi petani dan petugas perlindungan dalam menyelesaikan permasalahan serta memberikan saran-saran dalam upaya antisipasi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Selain sebagai wadah konsultasi, Klinik PHT juga mengadakan pengembangan bahan pengendali OPT ramah lingkungan seperti agens hayati dan pestisida nabati.

Direktur Perlindungan Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf mengapresiasi antusiasme petani serta dedikasi petugas BPTPH Provinsi Sulbar yang tetap bersemangat di masa pandemi Covid-19.

“Petugas sangat berjasa dalam membantu petani menyiapkan bahan pengendali OPT maupun memberikan arahan terkait pembuatan agens hayati. Walaupun tidak bertemu secara langsung, prosesnya dapat berhasil dengan baik,” ucapnya.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menambahkan, bahwa misi pertanian ramah lingkungan yang tertuang dalam Gedor Horti menjamin produk yang sehat dan lingkungan yang alami.

“Bahwa pengelolaan budi daya maupun pengendalian OPT harus memperhatikan dampaknya pada lingkungan dan diri kita sebagai konsumen. Produk yang sehat berasal dari bahan baku yang sehat,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.