Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Petani Samosir Kembangkan Budidaya Kentang dan Ubi Jalar

0 7

SAMOSIR, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mengapresiasi petani Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, yang berhasil mengembangkan budidaya kentang dan ubi jalar. Komoditas holtikultura ini merupakan hasil dari program pengembangan Korporasi Usahatani (PKU) Kementan.

“Kami tentu sangat senang, bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat di sini ada hasilnya dengan mengembangkan kentang dan ubi jalar,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi, saat melakukan panen ubi jalar di Desa Partungkot Naginjang, Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Jum’at (7/8).

Kegiatan panen kentang dengan luas lahan 5 hektar (ha) milik Gapoktan Baniara ini dihadiri oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon, dan Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Andriko Noto Susanto.

Ads Air Haji

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gapoktan Baniara Rajin Sinaga mengatakan, kentang 1 kilogram (kg) dijual denangan harga Rp 6.800, namun jika diolah dari 4 kg kentang dihasilkan 1 kg kripik kentang atau menjadi 10 bungkus dengan harga Rp 15.000/bungkus
Begitu juga, kata dia, ubi jalar mentah dijual Rp 1.500/kg, setelah diolah dari 10 kg ubi jalar dihasilkan kripik 40 bungkus dengan harga jual Rp 5.000/bungkus.

“Jadi lumayan selisihnya, dapat untung lebih banyak. Jadi progra PKU ini banyak sekali manfaatnya, karena pendapatan kami menjadi meningkatkan,” katanya.

Sekadar informasi, sejak 2019 BKP melakukan PKU di 13 lokasi pada 12 provinsi. Kegiatan ini dilakukan dari hulu hingga hilir oleh petani, sehingga memberikan nilai tambah produk yang dihasilkan.

Gapoktan Baniara sendiri terdiri dari lima kelompok. Selain mengusahakan budidaya kentang dan ubi jalar, mereka juga melakukan penanaman, pengolahan dan pemasarannya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.