Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Pola Kemitraan, Hindarkan Peternak Unggas dari Dampak Covid-19

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) terus berupaya meminimalisasi dampak pandemi covid-19 terhadap peternak unggas. Salah satunya, lewat pola usaha kemitraan.

Dirjen PKH Nasrullah mengatakan, selama ini pihakya telah bekerjasama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan optimalisasi pengawasan terhadap pelaksanaan kemitraan usaha peternakan.

Kerja sama ini merupakan amanat dari UU Nomor 20 tahun 2018 tentang UMKM, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 13 tentang Kemitraan Usaha Peternakan.

“Hal ini adalah usaha pemerintah untuk melindungi semua pihak, Pada dasarnya pemerintah ini adalah penengah, kami berusaha mencari solusi terhadap segala macam permasalahan yang ada,” ujar Nasrullah dalam keterangannya, Sabtu (5/9).

Nasrullah menambahkan, dalam Permentan 13/2017 disebutkan, kemitraan usaha peternakan adalah kerjasama antar usaha peternakan atas dasar prinsip saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, menghargai, bertanggung jawab dan ketergantungan.

Pola kemitraan usaha peternakan sendiri meliputi, inti plasma, bagi hasil, sewa, perdagangan umum dan sub kontrak. Dalam perjanjian kemitraan usaha ayam ras pedaging, peternak sebagai plasma mendapatkan jaminan supply DOC, pakan ternak, obat vaksin disenfektan (OVD) dan jaminan pemasaran dengan harga kontrak sesuai perjanjian tertulis.

“Peternak sebagai plasma mendapatkan jaminan pemasaran dan harga panen livebird berdasarkan perjanjian tertulis antara pihak perusahaan sebagai inti dan peternak sebagai plasma. Jadi seimbang,” jelas Nasrullah.

Ads Air Haji

Adapun beberapa peternak yang merasakan langsung manfaat dari program usaha kemitraan ini. H Oman misalnya, peternak asal Serang yang sudah 14 tahun melakukan kemitraan dengan PT CPI ini mengaku omzet penjualannya tidak berkurang meski pandemi sudah berlangsung beberapa bulan.

Selain di masa pandemi, stabilitas omzet dari hasil penjualan yang dirasakan H Oman ini juga dirasakan ketika harga ayam sedang turun, atau harga pakan sedang naik.

“Kami tidak terlalu memikirkan hal itu, tugas kami adalah memastikan ayam ayam kami sehat dan dapat dipanen sesuai target,” ucapnya.

Senada, M Wiyogo, juga mengaku merasakan stabilitas omzet penghasilan dari pola kemitraan ini. Peternak asal Jatibarang, Indramayu, Jawa Tengah, ini mengaku meskipun harga ayam naik dan turun, namun lewat kontrak kemitraan harga yang didapat tetap karena sudah ditentukan pada kontrak.

“Salah satu klausulnya kan menentukan harga ayam yang sesuai, maka saya tidak khawatir rugi dalam penjualan karena perusahaan inti akan membeli ayam saya sesuai harga kontrak. Bahkan kami dapat semacam bonus jika harga ayam sedang tinggi,” tuturnya.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa Kementan tidak dapat bekerja sendiri dan harus bermitra dengan yang lain.

“Saya berharap dukungan dan bantuan para orang hebat di bidang pertanian, khususnya peternakan pada masanya. Dan saya berharap kehadiran mereka yang akan terus bersama saya, membantu saya dalam memecahkan banyak masalah pertanian,” tukas Mentan. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.