Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Pola Kemitraan Usaha Akan Untungkan Peternak

0 8

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mendorong peternak untuk menjalin kemitraan usaha ayam ras pedaging (broiler). Pola kemitraan ini akan menguntungkan peternak.

Direktur Jenderal PKH Nasrullah mengatakan bahwa kemitraan telah diamanahkan dalam Permentan No 13 Tahun 2017 tentang kemitraan usaha peternakan yaitu kerja sama antar usaha peternakan atas dasar prinsip saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, menghargai, bertanggung jawab dan ketergantungan.

Lebih lanjut Dirjen PKH menjelaskan bahwa kemitraan usaha peternakan meliputi pola inti plasma, bagi hasil, sewa, perdagangan umum dan sub kontrak. Pola kemitraan yang ada di usaha ayam broiler umumnya mengikuti pola inti plasma yang menyebutkan hubungan kemitraan antara perusahaan peternakan atau bidang lain sebagai inti dan peternak sebagai plasma.

Dalam kemitraan usaha ayam broiler, peternak sebagai pihak plasma mendapatkan jaminan supply DOC, pakan ternak, obat vaksin disenfektan (OVD) dan jaminan pemasaran sesuai harga kontrak mengacu perjanjian tertulis dengan perusahaan sebagai pihak inti.

Ads Air Haji

Peternak plasma biasanya menyediakan kandang, sarana peralatan dan tenaga kerja untuk memelihara ayam broiler sejak DOC sampai panen. Kemudian perusahaan berkewajiban menyerap seluruh hasil panen peternak dalam bentuk livebird (LB) dengan harga kontrak. Bahkan peternak masih mendapatkan tambahan penghasilan berupa insentif atas kinerja pemeliharaan dan bonus pasar jika harga pasar melebihi harga kontrak LB berdasarkan selisih harga besarnya sekitar 20 persen diperhitungkan dengan total ayam terpanen.

“Faktanya peternak plasma mendapatkan jaminan pemasaran dan harga panen livebird berdasarkan perjanjian tertulis antara pihak perusahaan sebagai inti dan peternak sebagai plasma. Jadi seimbang,” ujar Nasrullah di Jakarta, Selasa (18/8).

Hal ini membuktikan bahwa kemitraan usaha direkomendasikan layak dan relevan terhadap perlindungan peternak UMKM. Sebaliknya pihak perusahaan sebagai inti juga bergantung kepada peternak plasma untuk memelihara ayam tanpa harus membangun kandang sendiri. Sehingga menurut Nasrullah keseimbangan terjadi pada pola kemitraan usaha karena menitikberatkan aspek saling ketergantungan kedua pihak.

Mengacu data Sistem Online Perunggasan Nasional Ditjen PKH, faktanya menunjukkan bahwa produksi daging ayam broiler tahun 2019 sebanyak 3.466.189 ton sebagian besar dihasilkan dari peternak di luar perusahaan (ekternal) sebesar 66,67 persen dan internal perusahaan sebesar 33,33%.

Diketahui, penetapan impor DOC GPS ayam ras untuk kebutuhan dalam negeri mengacu pada basis kalkulasi teknis rencana produksi National Stock Replacement (NSR) yang merupakan amanah Permentan No 32 tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Saat ini terdapat 15 perusahaan pembibit GPS broiler dan 47 perusahaan pembibit PS dan masing-masing memiliki pangsa pasar tersendiri. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.