Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Polbangtan Manokwari dan BPP Papua Barat Tingkatkan Kapasitas PPL

0 9

MANOKWARI, KABARPANGAN.ID – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Papua Barat bersinergi meningkatkan kapasitas Penyuluh Lapangan Pertanian (PPL). Hal itu dilakukan untuk mendukung program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) Kementerian Pertanian (Kementan).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebutkan, Salah satu fokus Program Sikomandan adalah pada pelaksanaan inseminasi buatan (IB) massal.

Sebelum ada Sikomandan, wilayah Papua Barat, memperoleh tanda ‘merah’ dalam persentase jumlah IB. Para petani enggan dan was-was jika sapi-sapi mereka di IB. Hal ini menyebabkan rendahnya angka IB di wilayah tersebut. Namun setelah berjalannya program Komando Strategis Pertanian (Kostratani) berdampak positif pada peningkatan capaian sikomandan Papua Barat.

Kostratani merupakan program yang dirancang untuk menghidupkan kembali BPP dan juga mengoptimalkan peran BPP yang sudah aktif.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan menggaungkan lima peran Model BPP Kostratani.

Ads Air Haji

“BPP Kostratani berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraan,” kata Dedi.

Dalam menjalankan peranannya BPP Kostratani Papua Barat, khususnya BPP Prafi dan Masni mendapat pendampingan dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan Manokwari). Tiap pekan Civitas Akademika Polbangtan Manokwari melakukan pendampingan dengan turun langsung ke lapangan.

Ketua Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Detia Tri Yunandar menyebutkan, kegiatan pendampingan pada Minggu ini fokus pada program Sikomandan. Bertemu peternak dan inseminator yang terkait dengan program sikomandan. Adapun tim Polbangtan Manokwari yang bertugas yaitu Petrus D Sadsoeitoeiboen, Nurtania Sudarmi, dan Nickolas Mailoa.”

Monitoring yang dilaksanakan pada Jumat (18/9) tak hanya melakukan pendataan Sikomandan, tetapi juga melihat langsung progres dari hasil IB.

“Sekarang ini Papua Barat sudah tidak masuk di area merah IB, sekarang sudah meningkat jadi kuning,” sebut salah seorang inseminator, Parno.

Berkat sinergi yang terjalin dan berjalannya peran Model BPP Kostratani, Papua Barat yang masuk dalam zona merah Program Sikomandan kini menjadi zona kuning. Menjadi PR bersama baik PPL, Akademisi, maupun peternak untuk terus meningkatkan capaian Sikomandan khususnya Papua Barat. (mh/kp)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.