Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Potensi Tanaman Sorgum Sebagai Sumber Pangan, Pakan dan Bioenergi

0 9

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Peningkatan suhu global berpotensi memengaruhi produksi pertanian sehingga berdampak pada kemampuan dunia dalam memenuhi kebutuhan pangan. Strategi adaptasi yang paling mendesak dilakukan adalah menanam varietas yang memiliki daya adaptasi tinggi, khususnya terhadap berbagai cekaman biotik dan abiotik. Salah satunya, tanaman sorgum.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo Amin Nur mengatakan, perubahan iklim merupakan hal yang alami karena adanya keragaman proses kosmologi dan geologi. Dampak utama dari perubahan iklim global adalah peningkatan kandungan CO2, peningkatan suhu, dan perubahan iklim lokal yang berkaitan dengan anomali Iklim (banjir, kering, angin).

“Hal ini akan berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman,” kata Amin dalam Bincang Inovasi Seri Pangan Lokal, Kamis (17/9).

Lebih lanjut Amin menerangkan, bahwa sorgum merupakan tanaman asli Afrika Timur di wilayah Abessinia, Ethiopia, dan sekitarnya, yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Indonesia sudah menanam sorgum sejak awal abad ke-4. Namun, Indonesia tidak tercantum pada daftar negara produsen sorgum FAO.

Sorgum merupakan tanaman dari family Graminae. Di Indonesia, sorgum lebih dikenal sebagai tanaman serealia dari golongan C4.

“Jadi sorgum memiliki tanaman biomass tinggi dan di dalam siklus hidupnya tidak membutuhkan naungan karena membutuhkan sinar matahari penuh,” lanjutnya.

Ads Air Haji

Tanaman sorgum berpotensi untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global karena memiliki daya adaptasi luas khususnya daerah marginal dan lahan kering dan tidak memerlukan input yang tinggi.

Sorgum juga memiliki produksi biji dan biomass jauh lebih tinggi dibanding tanaman tebu dan serealia lain. Kebutuhan air untuk tanaman sorgum hanya 1/3 dari tebu dan 1/2 dari jagung. Sorgum juga memerlukan pupuk relatif lebih sedikit dan pemeliharaannya lebih mudah. Selain itu, umur panen sorgum lebih cepat 100-110 Hst (Hari Setelah Tanam) dan sekali tanam dapat diratun 2 – 3 dalam setahun.

Menurut Amin, sorgum merupakan tanaman serealia potensial karena semua bagian tanaman memiliki nilai ekonomi. Biji sorgum dapat menjadi sumber pangan karena memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan sebagai subtitusi tepung terigu untuk berbagai produk olahan roti dan kue.

Senada, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry pada sebuah acara di Bogor beberapa waktu yang lalu juga menyatakan bahwa sorgum merupakan komoditas yang dapat dimanfaatkan untuk pangan, pakan dan energi.

“Kalau kita bisa mengembangkan lebih jauh saya pikir kebutuhan pangan dan pakan bisa kita penuhi dari sorgum,” ujarnya.

Fadjry juga menegaskan Balitbangtan ke depan akan terus mengembangkan sorgum sesuai kebutuhan untuk pangan, pakan, dan energi.

“Jika ingin dijadikan pakan maka proteinnya ditingkatkan. Kalau butuh bioetanolnya kita bisa tingkatkan lagi brix-nya. Kita juga bisa modifikasi apa-apa saja yang dibutuhkan untuk pangan nantinya,” pungkasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.