Portal Berita Online
Ads Beras Haji

PPN Pertanian Turun Jadi 1 Persen

0 6

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan PMK Nomor 89/PMK.010/2020 tentang nilai lain sebagai dasar pengenaan pajak (DPP) dalam pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) atas penyerahan barang hasil pertanian tertentu sah berlaku.
Dalam beleid itu, terdapat skema baru PPN produk pertanian tertentu yang diprediksi akan menambah penerimaan negara sebesar Rp 300 miliar.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, meski dampaknya tidak terlalu signifikan bagi pendapatan negara, namun PMK baru ini dapat memberikan kepastian hukum bagi PPN di sektor pertanian.

“Dampak PMK ini terhadap penerimaan PPN tidak terlalu besar ya sekitar Rp 300 miliar. Tapi, ini bukan pada nilai penerimanya melainkan lebih kepada memberikan kepastian hukum,” ujar Febrio video daring, pekan ini.

Ads Air Haji

Dia menyebut, sebelum ada beleid tersebut barang kena pajak yang berasal dari petani maupun kelompok petani dengan pendapatan di atas Rp 4,8 miliar dikenai PPN 10 persen dari harga jual.

“Tapi melalui PMK ini pelaku usaha di sektor pertanian dapat memilih menggunakan nilai lain sebagai dasar pengenaan pajak yaitu, 10 persen dari harga jual. Dengan begitu, tarif efektif PPN yang dikenakan menjadi 1 persen dari harga jual,” jelasnya.

“Jadi, petani diberikan pilihan untuk menggunakan mekanisme dasar pengenaan pajak (DPP) nilai lain sehingga tergantung kondisi petani yang bersangkutan lebih optimalnya menggunakan opsi yang mana,” tambah dia.

Adapun berbagai barang hasil pertanian yang dapat menggunakan nilai lain adalah barang hasil perkebunan, tanaman pangan, tanaman hias dan obat, hasil hutan kayu, dan hasil hutan bukan kayu. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.