Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Produk Olahan Kayu RI Berpeluang Kuasai Pasar Eropa

0 14

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Produk kayu olahan Indonesia tidak kalah dengan produk luar negeri . Persoalannya, Indonesia belum bisa mengendus dengan tepat ceruk pasar olahan kayu di pasar global.

Terkait hal ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan, kerja sama antara Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia (FKMPI) dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk utilisasi market research menjadi penting dan mendesak.

Dia menyebut, Uni Eropa merupakan negara tujuan ekspor terbesar keempat untuk produk hasil hutan, setelah Cina, Jepang dan Amerika Serikat. Tahun 2019, ekspor hasil hutan Indonesia ke Uni Eropa telah menghasilkan devisa sekitar USD 1 miliar.

Namun, di tengah pandemi ekspor produk olahan hasil hutan Indonesia ke Eropa mengalami penurunan.

“Adanya pandemi Covid-19 telah memukul pasar ekspor produk hasil hutan ke Eropa dengan cukup signifikan,” kata Indroyono dalam keterangannya, pekan ini.

Ads Air Haji

Dia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir pangsa pasar terbesar produk hasil hutan di Eropa adalah UK, selanjutnya Belanda, Jerman, Belgia dan Italia.

Selama pandemi, lanjut Indroyono, dari Januari sampai Mei 2020 ekspor produk kehutanan Indonesia ke Eropa nilainya mencapai USD 426 juta. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang nilainya mencapai USD 516 juta.

Kesempatan yang sama, Duta Besar RI di Brussels Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa Yuri Thamrin memaparkan potensi impor produk kehutanan dari hulu hilir ke 27 negara anggota Uni Eropa mencapai USD 152 miliar setiap tahunnya, namun ekspor produk kehutanan Indonesia ke Uni Eropa plus UK baru mencapai sekitar USD 1 miliar.

“Jadi, masih terbuka peluang pasar Eropa bagi produk kayu olahan dari Indonesia yang selama ini masih dikuasai Cina,” ujar Yuri.

Ia juga menambahkan, produk hasil hutan Indonesia dikenal di Eropa sebagai produk yang berkualitas tinggi dengan daya saing karena dilengkapi sertifikat SVLK/FLEGT yang mempermudah proses rekognisi legalitas dan keberlanjutan oleh konsumen.

Produk Indonesia saat ini tampil dengan urutan ekspor terbesar ke Uni Eropa mulai dari furniture, pulp/kertas, panel, woodworking dan barang kerajinan. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.