Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Produksi Vanili Salatiga Kembali Digenjot

0 13

SALATIGA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggenjot produktivitas komoditas perkebunan vanili dari Salatiga, Jawa Tengah.

Pada tahun 1980-an, perkebunan vanili pernah berjaya. Kala itu harganya mencapai angka yang fantastis. Karena harganya yang cukup mahal, vanili dijuluki emas hijau.

Namun, karena harganya terpuruk, banyak petani yang beralih menanam tanaman jenis lain. Kini, Kementan kembali mendorong petani Salatiga kembali untuk menanam vanili.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan ke lokasi yang menjadi awal mula penyebaran vanili di Salatiga, dan sekitarnya, yakni di Desa Randu Acir, Kecamatan Argomulyo, pada pertengahan Juli lalu.

Ads Air Haji

Salah satu petani vanili di desa Randu Acir masih melestarikan tanaman tersebut dari tahun 1960 adalah Harjo (90). Ia menceritakan, kala itu hasil panen vanili bisa untuk membeli ternak, lahan dan menyekolahkan anak hingga jenjang perguruan tinggi. Namun masa keemasan tersebut memudar ketika harga emas hijau itu jatuh di pasar internasional. Vanili lndonesia hanya dihargai Rp 100 per kilogramnya.

Saat ini, Harjo bersama putranya, Jito, tetap menekuni budidaya vanili di Randu Acir. Jito yang pensiunan PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, aktif bersama Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Griya Vanili Salatiga Semarang mengembangkan kembali vanili, tidak hanya di Randu Acir tapi merambah ke daerah lain.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Salatiga Muhammad Haris mengungkapkan, perlunya pendampingan dan bimbingan agar vanili Salatiga kembali ke era kejayaannya. Ia juga mengatakan akan terus mengupayakan pembangunan infrastruktur, terutama sumber air, agar perekonomian di desa Randu Acir meningkat.

“Sejarah membuktikan bahwa Salatiga turut berpotensi sebagai lumbung hasil bumi bernilai ekonomi tinggi seperti vanili, kopi, karet, aren, kelapa dan masih banyak lainnya. Ini selayaknya menjadi kekayaan bangsa sendiri dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar daerah tersebut pada khususnya,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.