Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Prof Bustanul Arifin: PR ke Depan Tugas Pemerintah Sejahterakan Petani

0 13

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Sejumlah kalangan memberikan apresiasi atas capaian pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) di mana sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II/2020 yang minus 5,32 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pengamat Pertanian Prof Bustanul Arifin mengatakan, pertumbuhan positif sektor pertanian karena ditopang subsesktor tanaman pangan. Selain itu, karena kerja keras Kementan yang terus bekerja bersama petani. Mulai dari bantuan hingga pendampingn sehingga produksi pangan tidak ada masalah.

“Sektor pertanian tidak terdampak oleh pandemi Covid-19. Hal ini tentu ditopang oleh keberpihana pemerintah yang terus menyalurkan bantuan dan pendampingan kepada petani,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Peningkatan produksi, kata dia, juga salah satunya adanya fasiitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan demikian, petani tidak lagi dimanjakan dengan bantuan, namun sudah bisa mandiri.

Oleh karena itu, maka pertumbuhan ekonomi pada trwulan II/2020 membaik, khususnya tanaman pangan, sehingga sektor pertanian terdampak pandemi Covid-19.

Ke depan, kata Bustanul, Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah adalah harus memperhatikan kesejahteraan petani sehingga bisa mengentaskan kemiskinan melalui sektor pertanian.

“Ke depan, pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan para petani sehingga persediaan pangan dapat tercukupi di suasana pandemi Covid-19. Maka, jika ingin pemerintah meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan, kuncinya adalah sektor pertanian,” ujarnya.

Ads Air Haji

Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Prof Pantjar Simatupang menilai, dengan capaian positif sektor pertanian di musim pandemi Covid-19 menunjukkan pangan Indonesia sangat kuat di saat pandemi virus corona.

“Di masa pandemi Covid-19, Kementerian Pertanian terus berupaya untuk menjalankan program dan kebijakan berorientasi pada kesejahteraan petani khususnya di masa panen harga yang diterima petani selalu di pantau,” ucapnya.

Sementara Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pusat Winarno Tohir berpandangan pertumbuhan positif sektor pertanian karena upaya Kementan melalui terobosan pangan di masa virus corona.

Salah satunya, kata dia, program pengembangan pakan pokok dan lokal sangat sesuai dengan kondisi saat ini.

“Kondsi negara sedang sulit, saya yakin pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian bisa melakukan terobosan-terobosan penting pencapaian kebutuhan pangan. Peningkatan produksi terus dilakukan hingga genjot ekspor bahkan pemanfaatan lahan pekarangan pun masif dilakukan,” ujar Winarno.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, pertumbuhan PDB sektor pertanian yang positif ini memang bukan sesuatu yang mustahil. Sebab di bawah komando Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus bergerak untuk mendorong produksi dan berkualitas. Sehingga, dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

“Beberapa upaya Kementan lakukan, mulai dari KUR, pengembangan pertanian berbasis korporasi, memberikan bantuan berupa bantuan benih, alat alat pasca panen, dan juga berbagai jenis alat pra panen hinga fasilitas permodalan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.