Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Program PWMP, Cetak Petani Milenial Berozet Miliar Rupiah

0 4

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) berhasil mencetak peternak milenial meraup omzet hingga miliaran Rupiah.

PWMP adalah upaya Kementan untuk mendorong hadirnya generasi milenial di sektor pertanian. Generasi milenial diharapkan bisa menghadirkan inovasi, juga menjadi penggerak, penggagas, dan pencipta gagasan besar di berbagai dimensi ruang dan waktu kehidupan tak terkecuali sektor pertanian.

Oleh karena itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap generasi milenial mampu melihat peluang.

“Generasi milenial harus menghadapi tantangan zaman dengan mengambil peran penting dalam pembangunan pertanian hingga akhirnya berdampak pada kehidupan, masyarakat dan serta kemajuan daerahnya,” ujar Mentan SYL, Senin (14/9).

Lanjut Mentan SYL, PWMP merupakan program andalan Kementan dalam rangka regenerasi petani.

“Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini. Melalui program ini diharapkan generasi milenial berani menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian,” ucapnya.

Ads Air Haji

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menambahkan, penumbuhan wirausahawan muda pertanian menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat generasi milenial akan dunia pertanian.

“Melalui PWMP, kita tumbuhkan minat berwirausaha, khususnya di kalangan pemuda perlu dilakukan pembinaan mental wirausaha, membuka kesempatan wirausaha seluas-luasnya, dan mempermudah akses mereka terhadap permodalan,” ungkapnya.

Richard Fahrur Rozi bersama kedua rekannya, Ahmad Rizal Fahmi dan Ardiansyah. Ketiga alumni IPB ini telah membuktikan ampuhnya program PWMP.

Berawal dari menerima manfaat PWMP pada tahun 2017, ketiga milenial ini fokus untuk menggeluti usaha penggemukan domba bertajuk Kandangku.

“Hasilnya memang lebih banyak, tapi harus sedikit lebih sabar dan memiliki modal yang cukup besar,” ungkapnya.

Richard menceritakan dari seekor domba ia dapat memperoleh keuntungan 10-20 persen per ekornya. Dan bila Lebaran Haji tiba keuntungannya yang diperoleh kisaran Rp 500.000 hingga lebih dari Rp 1.000.000 per ekor.

“Sejak memulai usaha pada tahun 2017, penghasilan tertinggi kami di tahun 2019 dengan omzet 3 milliar per tahun. Tahun ini kami mengalami penurunan omzet karena pandemi covid yang melanda,” tukasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.