Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Raup Cuan dari Usaha Tani Tomat, Begini Caranya

0 23

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Usaha tani holtikultura terutama sayuran susah-susah gampang. Artinya, bisa meghasilkan untung besar atau rugi besar. Tenang, ada caranya agar bisa untung terus.

Tomat biasanya ditanam petani dengan cara tumpangsari bersama tanaman lainnya. Namun tak jarang petani sengaja menjadikan tomat sebagai tanaman budidaya utama. Meski butuh modal yang terbilang cukup besar untuk budidayanya serta harga jual yang sering fluktuatif, ternyata tak menyurutkan minat petani untuk tetap mengembangkan tomat.

Seperti halnya dilakukan oleh Juhara, petani sayuran asal pangalengan Bandung yang kerap menanam tomat dengan sistem budidaya monokultur alias tidak ditumpangsari dengan tanaman lain. Biaya yang dikeluarkannya untuk menanam satu hektar tomat bisa mencapai Rp 100,8 juta. Hasilnya, Juhara bisa memproduksi 40 ton tomat segar.

“Dengan harga jual normal Rp 3.000 per kilogram (kg) saja, paling tidak saya bisa memperoleh pendapatan Rp 120 juta per hektar  atau untung sekitar Rp 19 juta per musim per hektar,” ungkap Juhara, Selasa (28/7).

Tidak sampai di situ, Juhara membocorkan punya strategi khusus untuk meningkatkan keuntungan dari budidaya tomat yang digelutinya. Caranya dengan menanam di lahan yang sama sebanyak dua kali tanam.

Ads Air Haji

Setelah tanam pertama selesai panen dan dibongkar, lahan tersebut ditanami kembali sebanyak pertanaman yang pertama. Dengan cara itu, Juhara menyebut bisa menghemat biaya saprodi terutama mulsa, ajir, tali, semat, peralatan serta biaya tenaga kerja olah tanah hingga pemeliharaan.

“Total penghematan bisa mencapai Rp 32 juta. Dengan produksi per hektar sebanyak 40 ton maka penghematan biaya tersebut menjadi keuntungan tambahan bagi saya,” beber Juhara.

Terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha mengatakan bahwa prospek agribisnis hortikultura sangat menjanjikan, namun perlu kegigihan dan strategi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi.

“Tidak hanya untung pada saat harga jual tinggi, namun pada harga jual normal petani bisa tetap untung,” katanya.

Menurut Tommy, strategi yang dilakukan petani tomat guna menghasilkan output sebesar-besarnya dengan input seminimal mungkin bisa terus dikembangkan. Pihaknya berharap semakin petani yang memiliki pola pikir seperti itu sehingga produk sayuran yang dihasilkannya lebih berdaya saing baik kualitas maupun harganya.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan menegskan jajarannya untuk fokus dalam pengembangan komoditas hortikultura. Hortikultura harus segera mendudukkan posisi sebagai komoditas strategi berbasis ekspor. Artinya, mutu dan kualitasnya terjamin serta menjamin kesejahteraan petani. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.