Portal Berita Online

Saatnya Generasi Milenial Lanjutkan Pembangunan Pertanian

0 8

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Seiring perkembangan zaman, sektor pertanian membutuhkan pemikiran anak-anak muda atau milenial untuk melanjutkan pembangunan pertanian. Dengan demikian, ketahanan pangan akan selalu terjaga di tengah pandemi Covid-19 dan berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang sangat potensial dan menjanjikan bagi generasi milenial.

“Sudah saatnya generasi milenial melanjutkan pembangunan pertanian dengan menciptakan peluang-peluang baru sesuai dengan kemajuan jaman,” ujarnya, Selasa (15/9).

Sementara, Kementan sendiri telah memiliki enam Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) dan 3 Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) yang bertujuan untuk mencetak para alumni sebagai job seeker dan job creator.

“Sebagai pendidikan vokasi, tentunya Kementan lebih menfokuskan alumni dari Polbangtan, PEPI dan alumni dari SMK-PP untuk mampu menciptakan pekerjaan sendiri dan mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” tuturnya.

Upaya Kementan membuahkan hasil, adalah Fajar Gumelar yang telah membuktikan bahwa alumni Polbangtan merupakan SDM yang qualified, sebagai job creator. Saat ini Fajar Gumelar bersama rekannya sedang menekuni usaha sebagai produsen pupuk organik yang berlokasi di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat.

Fajar Gumelar bersama rekannya tergabung dalam Kelompok PWMP asal Polbangtan Bogor dengan nama BOF (Best Organic Fertilizer) mengeluarkan produk pupuk organik dengan nama “Pandawa”, spesifikasi pupuk Pandawa adalah C/N 16; C-Organik 46.48%; pH 7.81; Kadar air 23.86. dengan komposisi pupuk yang terdiri dari Rumen, Dedak, Pupuk Kandang, dan Molase.

“Pupuk produksi kami mengandung bahan organik atau bahan alami yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah, meminimalisir terjadinya residu kimia pada tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman dan ramah lingkungan. Slogan kami ambil manfaat dari bumi,” tukas Fajar. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.