Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Setiap Anggota DPR Diusulkan Punya Areal Binaan Display Hasil Riset Kementan

0 8

PURWAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat bertemu dengan tiga pimpinan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian (Kementan) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Barat, mengusulkan mulai 2021 setiap anggota DPR harus mempunyai areal binaan yang menjadi display hasil-hasil riset Kementan.

“Narasi keberhasilan pertanian harus diubah, display keberhasilan teknologi pertanian harus dilakukan dalam areal yang luas, didukung stimulus politik, juga peran media sehingga keberhasilan pertanian akan lebih cepat dirasakan oleh petani secara langsung” kata Dedi dalam keterangannya, Rabu (26/8).

Dalam audiensi ini, Dedi menyampaikan berbagai hal yang membutuhkan pembenahan bersama seperti kurang tepatnya penerima manfaat sasaran program pertanian, seperti dalam program pemenuhan kebutuhan daging sapi atau domba, penyaluran dilakukan dengan cara penetapan CPCL yang harus berkelompok. Padahal, kata dia, pada kenyataannya masih banyak peternak yang tidak tergabung dalam kelompok.

Selain itu, ia menyoroti potensi pengembangan ternak sapi maupun domba yang terkendala masalah lahan. Ia berharap agar program penggemukan sapi potong dapat merambah ASN yang akan memasuki masa purnabakti agar tetap produktif. Tak hanya itu, bagi Dedi, keberhasilan teknologi Kementan harus mampu ditunjukan secara nyata melalui adanya demplot-demplot (demontrasi plot).

Menanggapi apa yang disampaikan, Kepala BPTP Jabar Wiratno mengatakan berbagai upaya yang telah dilakukan. Menurutnya, BPTP memiliki tupoksi untuk melakukan pengkajian, pendampingan dan diseminasi teknologi di bidang pertanian kepada semua kalangan penggerak pertanian, khususnya para petani dan peternak.

Beberapa teknologi yang saat ini sedang didorong di antaranya teknologi optimalisasi lahan, baik lahan kering maupun tadah hujan dalam mendorong peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas tanaman pangan khususnya komoditas padi, jagung, dan kedelai, terdapat pula teknologi bioproduk yang dapat meningkatkan produksi sebesar 15 – 25 persen.

Ads Air Haji

“Selain itu, ada pula teknologi vertikultur untuk pemanfaatan lahan pekarangan (KRPL) serta teknologi-teknologi lainnya baik di bidang tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan maupun peternakan.” Jelas Wiratno.

Sementara di bidang peternakan, Wiratno menyampaikan selain teknologi pakan dan manajemen pemeliharaan ternak, terdapat pula produk herbal ternak yang dapat mempercepat peningkatan bobot ternak serta kualitas daging ternak. Ia pun turut menjelaskan bahwa saat ini Kementan sedang menggalakkan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang menyasar petani muda milenial.

Khusus di bidang hortikultura, Kepala Balitsa, M Thamrin, menekankan bahwa pihaknya hadir untuk menjawab permasalahan hortikultura khususnya sayuran. Hingga saat ini berbagai jenis varietas unggul baru terus dikembangkan oleh Balitsa khususnya pada tanaman strategis seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan kentang.

“Demplot dan denfarm menjadi salah satu strategi dalam memasarkan benih dan teknologi yang dihasilkan,” terang Thamrin.

Kepala Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Tri Harsi memaparkan dukungannya dalam upaya pemenuhan swasembada daging. BIB yang memiliki tugas dalam dalam penyediaan semen beku, telah berupaya memenuhi kebutuhan semen beku di lapangan sehingga target jumlah kelahiran anak sapi dapat mendukung swasembada daging.

“Selain itu, BIB juga membuka berbagai pelatihan dalam upaya mensukseskan kebuntingan pada ternak khususnya sapi,” pungkasnya. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.