Portal Berita Online

Simplikasi Cukai Rokok Beratkan Petani Tembakau

0 12

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Simplikasi penarikan cukai rokok pada 2021 akan menambah beban masyarakat petani tembakau yang sebagaiAn besar hidup di perdesaan. Ditambah lagi, kondisi ekonomi yang tengah sulit akibat pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir.

Peduli dengan nasib para petani tembakau itu, Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamen Des PDTT) Budi Arie Stiadi mendukung petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) untuk menolak penerapan simplisi penarikan cukai.

“Jika kebijakan simplikasi penarikan cukai akan memberatkan petani tembakau, kami mendukung petani tembakau untuk berjuang menolak kebijakan simplikasi cukai termauk kenaikan cukai rokok,” ujar Budi, baru-baru ini.

Ketua APTI Nusa Tenggara Barat (NTB) Sahmihuddin menegaskan, petani tembakau menolak simplikasi cukai rokok. Pasalnya, kebijakan tersebut akan mematikan perusahaan atau pabrik rokok menengah dan kecil di Indonesia.

“Jika penjualan tembakau dari perkebunan tembakau nasional menyusut, otomatis akan menyengsarakan dan membahayakan kehidupan ekonomi para petani tembakau,” ujarnya.

Pemberlakukan simplikasi menurut dia, perusahaan kecil dipaksa untuk masuk ke golongan yang lebih besar. Karena, semula membayar cukai di golong IV, tapi setelah diberlakukan simplikasi nantinya menjadi golongan tinggi. “Ini bayar cicilannya kan jadi mahal,” katanya.

Kata dia, kebijakan tersebut, sebenarnya akan merugikan peerintah karena cukai yang akan ditarik bakal berkurang akibat banyak perusahaan rokok menengah dan kecil yang tutup, sehinga hanya tersisa segelintir perusahaan rokok besar. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.