Portal Berita Online

Strategi Kementan Hadapi Musim Kemarau

0 12

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan beberapa langkah strategi untuk mengantisipasi memasuki musim kemarau.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Indonesia memasuki musim kemarau. Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia.

Sebanyak 30 persen diperkirakan mengalami kemarau lebih kering dari situasi normal yaitu sebagian Aceh, sebagian pesisir timur Sumatera Utara, sebagian Riau, Lampung bagian timur, Banten bagian selatan, sebagian Jawa Barat, serta Jawa Tengah bagian tengah dan utara. Prediksi awal musim kemarau terjadi pada Mei dan puncaknya pada Agustus 2020.

Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura sigap dalam mendukung pengamanan produksi hortikultura.

Hal ini sejalan dengan arahan dari Bapak Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar Kementan hadir dalam mengamankan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), khususnya cabai dan bawang merah dalam memenuhi kebutuhan 267 juta jiwa masyakat Indonesia. Tujuannya tak lain untuk meminimalisir kehilangan hasil akibat dampak perubahan iklim (kekeringan).

Direktur Perlindungan Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, bahwa kebijakan Direktorat Perlindungan Hortikultura selaku pembina dan pelaksana pengelolaan dampak perubahan iklim bertujuan untuk mengamankan produksi hortikultura melalui adaptasi dan mitigasi.

“Kekeringan merupakan situasi yang hampir setiap tahun terjadi, terutama di daerah rawan. Bencana kekeringan cenderung terus meningkat, baik frekuensi, intensitas, maupun distribusi kejadiannya. Kejadian kekeringan tersebut sangat nyata berpengaruh terhadap sub-sektor hortikultura,” ujarnya.

Sementara Kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Aceh, Iriana Ismida mengatakan, untuk menghadapi dampak perubahan iklim tersebut, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan memberikan bantuan berupa pompa air.

“Menghadapi musim kemarau, kami telah melakukan langkah antisipatif untuk daerah yang sering mengalami kekeringan seperti Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Besar yakni melalui bantuan pompa air,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.