Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Sukseskan Ketahanan Pangan, Pemprov Sulbar Lakukan Penanaman Kedelai Skala Luas

0 8

POLEWALI MANDAR, KABARPANGAN.ID – Guna menyukseskan program ketahanan pangan, Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar siap melakukan penanaman kedelai dengan luas lahan 50 hektar (ha) di empat kabupaten Provinsi Sulbar.

Penanaman benih kedelai dimulai pada lahan di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar pada Rabu (22/07).

“Tentu kita berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya ini, pertama produksi kedelai kita bisa mengurangi impor, kedua bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat,” kata Ali Baal.

Ali Baal menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, agar program berjalan lancar sesuai harapan. Bantuan berupa benih, pupuk dan alsintan (alat mesin pertanian) diberikan secara gratis oleh pemerintah sehingga masyarakat tinggal melakukan penanam dan produksi.

“Untuk menyukseskan program peningkatan ketahanan pangan ini, Pemprov Sulbar menargetkan melakukan penanaman kedelai di atas lahan seluas 50 ribu hektar untuk empat kabupaten, yakni Polewali Mandar, Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayupada tahun 2021 mendatang,” tuturnya.

Ads Air Haji

Kesempatan yang sama, Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar mengaku siap menyiapkan lahan untuk menyukseskan program penanaman kedelai ini. Lahan di Polman tersedia seluas 35 sampai 40 ribu ha, tapi efektifnya 17 ribu ha.

“Kalau betul memang serius, kita harus bicara teknis, karena yang penting model kerjasamanya seperti apa, karena katanya ada asuransi, tapi apa betul, jangan sampai masyarakat sudah ramai-ramai ke sana, tetapi tidak terbukti, karena sudah banyak kejadian seperti itu,” beber pria yang akrab disapa AIM ini.

Selain itu, AIM berharap agar program penanaman kedelai ini tidak merugikan pihak lain, khususnya petani. Dengan demikian, perlu ada tindak lanjut, pertemuan lebih lanjut ke depan, bagaimana apa yang diinginkan investor dan pemerintah Sulbar.

“Ini bisa terwujud, harus kita bicarakan baik-baik, karena ini untuk kepentingan masyarakat, karena di samping sekarang kita tidak hanya memikirkan petani tetapi virus juga, jadi ke depannya tidak ada yang dirugikan,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan kedelai sebagai salah satu tanaman pangan yang perlu adanya peran serta para pemangku kepentingan untuk intens menggenjot kembali kejayaan kedelai di Indonesia. Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, komoditas strategis harus benar-benar serius ditingkatkan produksinya dan diperluas pengembanganya demi menyediakan pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia dan ekspor pangan Indonesia semakin tangguh.

“Untuk itu perlu adanya pengembangan varietas benih yang provitasnya di atas 3 ton per hektar, kuncinya pengembangan kedelai ada di aspek benih dan harga. Seluruh benih unggul yang ada di litbang harus disalurkan untuk peningkatan produksi,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.