Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Tak Ada Ketegasan Pemerintah, Peternak Ayam Terancam Gulung Tikar

0 8

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Peternakan ayam hidup (live bird) terutama di wilayah Jawa Barat, Tangerang, dan DKI Jakarta, terancam gulung tikar. Hal ini karena permintaan di pasaran menurun karena adanya pandemi Covid-19 dan harga jual yang jauh di bawah harga produksi peternak.

Mengenai kondisi ini, Ketua Harian Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sigit Prabowo menilai perlu adanya ketegasan dari pemerintah dalam mengelola tata niaga perunggasan.

“Peternak mandiri dan peternak kecil harus mendapatkan haknya untuk melepas ayam ke pasar tradisional dengan harga yang layak. Jadi tata niaganya harus diatur,” ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (29/8).

Karena, saat ini peternak harus dipaksa melepas hasil ternak dengan harga Rp 9.500 sampai Rp 10 ribu per kilogram (kg).

Ads Air Haji

“Padahal menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2020, harga ayam di tingkat peternak seharusnya berada di level Rp 19 ribu sampai Rp 21 ribu per kg,” katanya.

Dia berharap, ada regulasi khusus yang memperjelas kewajiban hilirisasi di mata rantai industri perunggasan yang mana perusahaan integrator menyelesaikan integrasinya yaitu wajib menyiapkan RPHU, Blast Freezer, Cold Storage, Industri olahan, sesuai dengan Live Bird yang diproduksi. Hal ini bisa berfungsi sebagai buffer harga maupun buffer stok ato lumbung pangan.

Sementara Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) Kadam Wijayai menyampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) telah mendorong sejumlah perusahaan integrator meningkatkan serapan demi kembali menstabilkan harga jual ayam hidup di tingkat tengkulak. Hanya saja, kata dia, langkah tersebut belum optimal.

“Biaya produksi Rp 17.500 per kg, sementara harga aktual di kendang sekarang ini di kisaran Rp 10 ribu per kg, berapa kerugian yang harus ditanggung para peternak kecil mandiri sehingga para peternak kecil mandiri sudah banyak yang gulung tikar, bahkan meninggalkan jumlah utang yang banyak baik kepada suplier atau ke bank,” tukasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.