Portal Berita Online

Tanam Bawang Merah, Petani Bantul Gunakan Teknologi Panen dan Hemat Air

0 21

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung Dusun Nawungan, Desa Selopamioro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dalam program pengembangan kawasan hortikultura di lahan marjinal seluas lahan 40 hektar, pada Rabu (5/8).

Gerakan Tanam dilaksanakan Bupati Bantul H Soeharsono beserta Dinas Pertanian, DPRD Kabupaten Bantul, serta para petani.
Sementara dari Kementan diwakili oleh Sekretaris Balitbangtan Haris Syahbuddin, Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) Harmanto, dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Soeharsono beserta para peneliti.

Kelompok Tani Mulyo, Dusun Nawungan 1, menerapkan teknologi ini di atas lahan seluas 25 ha. Inovasi teknologi panen dan hemat air dilakukan dengan pembuatan embung mini berlapis geomembran berukuran 3x4x3 m2 sejumlah 19 unit yang dibangun secara mandiri oleh kelompok tani.

“Analisis geolistrik dilakukan untuk menentukan lokasi pembuatan sumur dalam, selain itu juga dilakukan pemasangan pompa.” ujar Harmanto dalam keterangannya, Jumat (7/8).

Dia menjelaskan, implementasi sistem irigasi hemat air dilakukan dengan prototipe alat tirta horti yang dirancang khusus untuk menghasilkan irigasi kabut yang sesuai untuk tanaman bawang merah.

Terpisah, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyampaikan bahwa pengembangan komoditas bawang merah ini sejalan dengan Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani yang dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan.

Program ini dimulai dari subsistem hulu dan hilir dalam suatu sistem Usaha Tani dengan memperhatikan aspek sosial budaya, aspek teknis (sains dan teknologi), aspek ekonomi dan aspek ekologi atau lingkungan, dengan melibatkan kelembagaan petani dan pelaku usaha.

“Balitbangtan mempunyai komitmen yang kuat untuk membantu petani korporasi dengan memberikan inovasi teknologi, membangun riset kolaboratif dan inovatif untuk satu kawasan pertanian, termasuk di Kabupaten Bantul ini,” tutur Fadjry.

Bupati Bantul mengapresiasi introduksi teknologi pertanian dari Balitbangtan. “Kontribusi dan bantuan Balitbangtan dalam hal introduksi teknologi untuk pengembangan lahan kering di Kabupaten Bantul ini sangat membantu. Harapannya petani dapat betul-betul memanfaatkan teknologi yang sudah diimplementasikan oleh Balitbangtan”, kata Soeharsono.

Gerakan Tanam bersama komoditas hortikultura ini merupakan upaya lanjutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam mewujudkan agrowisata berbasis hortikultura di wilayah perbukitan Nawungan Selopamioro.

Desa Selopamioro memiliki total luas tanam bawang merah sekitar 279 ha, sekitar 90 ha di antaranya berada di dataran tinggi Nawungan yang dikembangkan dengan sistem pertanian ramah lingkungan.
Implementasi inovasi teknologi panen dan hemat air ini juga didukung oleh Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi) sebagai inisiator pendekatan panen dan hemat air tersebut. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.