Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Tangguh di Tengah Resesi, GP Ansor Apresiasi Kinerja Kementan

0 6

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) yang tumbuh di tengah ancaman resesi. Pertanian, satu-satunya sektor yang menyelamatkan perekonomian nasional.

Diketahui, BPS mencatat ada dua sektor yang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) positif atau berkontribusi terhadap PDB nasional, yaitu pertanian dan telekomunikasi. Sektor pertanian paling tinggi kontribusinya yakni 16,24 persen, sementara telekomunikasi hanya 1,29 persen.

“Kita mengapresiasi Kementerian Pertanian yang bisa menjaga sektor pertanian tidak minus dan saat ini malah meningkat tajam, ” Sekjen GP Ansor, Adung Abdul Rochman, di Jakarta, Senin (24/8).

Di sisi lain, Adung menuturkan GP Ansor yang menyambut baik program Kementan saat ini yang menggerakkan para anak muda untuk terjun langsung bertani dan berproduksi. Menurutnya hal ini sesuai dengan keinginan para anak muda yang ada di pedesaan maupun diperkotaan yang bertani dengan metode urban farming.

“Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sangat merespon ikhtiar anak-anak muda seperti GP Ansor baik itu yang ada di pedesaan dan di perkotaan. Pak menteri pertanian juga sangat mendukung dan mensupportnya,” ucapnya.

Ads Air Haji

Adung mengungkapkan, dalam pertemuanya Mentan SYL meminta GP Ansor bertani dalam skala besar dan berorientasi ekspor sehingga bisa turut mendukung program Kementan yakni gerakan ekspor tiga kali lipat (Gratieks).

“Nanti skalanya dibuat lebih besar supaya bisa ekspor sehingga bisa mendukung salah satu program Kementan,” tuturnya.

Sementara itu, Mentan SYL menegaskan pada masa pandemi Covid 19 ini, pertanian merupakan sektor yang tangguh bahkan menjadi satu-satunya sektor yang selamatkan perekonomian nasional. Oleh karena itu, peran semua pihak sangat diperlukan untuk bersinergi membangun pertanian yang lebih kuat di tengah tantangan apapun.

“Saatnya Kementerian Pertanian bersama petani, generasi muda dan semua pihak membuktikan bahwa negara ini akan kuat kalau pertanian kuat, saatnya membuktikan bahwa kita mampu bekerja secara maksimal dengan mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” tegas SYL.

Tidak hanya dari PDB, kinerja sektor pertanian berdasarkan BPS adalah Nilai Tukar Petani (NTP) tecatat naik bulan Juli 2020 100,09 atau naik 0,49 persen dibanding NTP Juni 99,6 dan Mei 2020 hanya 99,47. Begitu pun dengan ekspor, sektor pertanian mampu menyumbang 2,54 persen secara nasional senilai USD 0,35 miliar.

Pada tahun 2020, secara nasional Pemerintah menargetkan luas tanam padi 11,69 juta ha, berpotensi menghasilkan 31,65 juta ton beras. Sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga September 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar. Dengan dukungan SDM, alsintan, benih, infrastruktur, KUR , asuransi pertanian dan sistem logistik distribusi diperkirakan menghasilkan beras 12,5 hingga 15 juta ton beras. (mh/kp)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.