Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Tembus Pasar Modern, Kemasan Produk Olahan Ikan Harus Menarik

0 15

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kemasan yang menarik, salah satu yang membuat sebuah produk akan dilirik konsumen. Sehingga, akan memudahkan tembus ke jaringan ritel modern dan e-commerce. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pelaku usaha pengolahan ikan mengemas produknya dengan semenarik mungkin.

“Keberhasilan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) produk perikanan salah satunya ditentukan dari kemasan sebagai identitas produk,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Nilanto Perbowo dalam dalam video daring, Minggu (2/8).

Nilanto mengungkapkan, dalam sebuah kemasan, didalamnya terdapat label yang menjadi kata kunci keberterimaan produk di pasar lokal maupun global.

Ads Air Haji

Senada, Penasehat Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Daya Saing dan Nilai Rina Saadah mengatakan, strategi ‘RINA’ agar produk perikanan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. RINA yang dia maksud ialah Repositioning, Innovation, New paradigm, dan Added value, dan dimulai dari menempatkan posisi atau brand image terhadap produk perikanan tersebut. Kemudian diperlukan inovasi sejak proses pengolahan hingga pemasaran

“Jangan lupa, New Paradigma, salah satunya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia menjadi paradigma baru untuk menciptakan mindset masyarakat agar cinta produk lokal yang berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Darmawan menambahkan, bahwa produk sushi, tempura, breaded dan surimi termasuk kategori produk perikanan masa kini. Ditambah jenis produk yang siap saji, diolah dan dikemas dengan standardisasi dan ditambah dengan tampilan produk yang eco friendly menjadi pilihan konsumen masa kini juga.

“Salah satunya kemasan dengan bahan biodegradable, bisa dibuat dari campuran rumput laut atau singkong,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.