Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Ternyata Ini Penyebab Harga Telur Ayam Melambung Tinggi

0 18

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan, kenaikan harga telur ayam ras di pasar tradisional, salah satunya dipicu tingginya permintaan untuk bantuan sosial (bansos) virus corona atau Covid-19 baik untuk BUMN maupun swasta.

Kemendag mencatat, per tanggal 23 Juli 2020, rata-rata harga telur ayam ras secara nasional sebesar Rp 26.400 per kilogram (kg), naik 0,38 persen dibanding bulan lalu. Namun di tingkat peternak turun tipis 0,1 persen atau sebesar Rp 22.900 per kg.

“Informasi dari peternak, saat ini beberapa wilayah telah menghentikan penyaluran telur ayam ras untuk bansos,” katanya, Kamis (23/7).

Sementara, kata dia, wilayah yang masih memasukkan telur ayam ras dalam paket bansos harga paling tertinggi Rp 21.000 per kg. Harga ini sesuai acuan Peremdag Nomor 7 Tahun 2020.

Ads Air Haji

Selain kenaikan harga, lanjut dia, kenaikan harga juga dipicu terjadinya penurunan suplai telur di tingkat peternak. Ini karena peternak melakukan pemotongan ayam ras petelur yang dilakukan pada Juni 2020. Pemotongan dilakukan untuk menjaga harga ayam hidup tidak jatuh.

Adapun upaya yang dilakukan Kemendag untuk stabiliasi harga telur ayam ras, yakni melakukan koordinasi kepada asosiasi peternak dan melakukan operasi pasar mandiri yang tentu saja memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita juga terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait sebagai langkah antisipastif berikutnya,” pungkasnya.

Melansir data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) rata-rata nasional harga telur saat ini sebesar Rp 27.050 per kg. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.