Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Tiga Rekomendasi Peragi untuk Proyek Food Estate

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) memberikan tiga rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait memperkuat cadangan pangan nasional dengan membangun Food Estate (industri pangan).

Saat ini, proyek Food Estate tengah dibangun di Kalimantan Tengah (Kalteng), yang direncanakan akan digunakan pada musim tanam pada bulan Oktober 2020. Dengan Food Estate, diharapkan produksi dapat naik hingga 5 ton per hektar (ha) dari rata-rata saat ini sekitar 2 ton per ha.

“Food Estate dapat menjadi model pertanian terintegrasi dari hulu dan hilir yang berkelanjutan,” ujar Ketua Umum Peragi Prof Dr Ir Andi Muhammad Syakir, MS, dalam Focus Group Disscussion (FGD) di Jakarta, Sabtu (29/8).

FGD menghadirkan sembilan narasumber, di antaranya DPR RI, Kementerian Pertanian, akademisi UGM, akademisi Universitas Lampung, Himpunan Gambut Indonesia, Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BSDLP), berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan pengurus intin Peragi Pusat.

Syakir menerangkan, lahan Indonesia seluas 119,6 juta hektar potensi lahan kering dan lahan rawa. Secara umum, 76,64 persen dari lahan tersebut berupa tanah masam yang ber pH rendah sehingga tergolong Lahan Sub Optimal (LSO).

“Nah, tantangan Indonesia bagaimana berhadapan dengan tanam masam,” tuturnya.

Menurutnya, sebagian besar tanaman pertanian dan pangan yang bernilai ekonomis tinggi kurang toleran pada kondisi tanah yang masam.

Kendati demkian, kata dia, telah banyak kajian ilmiah di perguruan tinggi dan lembaaga penelitian serta pengalaman empiris petani dalam menghadapi tanam masam.

Ads Air Haji

“Kuncinya adalah restorasi atau penyehatan tanah masam,” kata Syakir.

Dari kajian tersebut, kata dia, lahan yang sudah direstorasi mampu meningkatkan produktivitas jagung dari 4 ton menjadi 12 ton per hektar (50-400 persen).

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Dr Husnain mengatakan, level kemasaman tanah dapat dikurangi dengan pemberian dolomit 1-2 ton/ha, rock fospat 1 ton/ha.

“Tentu agar berhasil pupuk anorganik dan pupuk organik juga perlu diberikan,” ujarnya.

Dari FGD itu ada tiga butir rekomendasi yang disampaikan Peragi agar ketahanan pangan dapat tercapai.

Rekoendasi pertama, berupa pengembangan model manajemen air sesuai dengan karakteristik wilayah pengembangan.

Kedua, restorasi lahan untuk menjamin keberhasilan budidaya dengan manajemen pH melalui pemberian dolomit atau kapur pada dosis yang tepat yakni 1-2 ton/ha.

Terakhir mendorong perguruan tinggi dan lembaga litbang melakukan refokusing riset dan kegiatan pendampingan untuk mendukung pengembangan food estate.

“Riset harus diarahkan pada perakitan varietas tahan masam, efisiensi proses, manipulasi ekologi, rekayasa kelembagaan, dan integrasi usaha hulu-hilir,” ujar Syakir. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.