Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Tiga Upaya Kementan Stabilkan Harga Unggas Nasional

0 9

JAKARTA, KABARPANGAN, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak (Ditjen PKHK) melakukan beberapa langkah untuk stabilkan harga perunggasan nasional.  Ada tiga langkah yang dilakukan, yakni jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Dalam program jangka pendek, kami akan mengoptimalkan data Setting Hatching Report (SHR) sebagai acuan penyajian data supply dan demand FS aktual setiap minggu,” kata Ditjen PKH Kementan, Sugiono, di Jakarta, Selasa (28/7).

Lanjut dia, pihaknya juga akan mengawal penyimpanan dan distribusi daging beku (karkas) dari cold storage untuk menstabilkan harga daging ayam yang mahal melebihi harga acuan penjualan di tingkat konsumen.

“Kami juga mengimbau peternak eksternal (mandiri) agar segera melakukan Standing Order (SO) DOC FS kepada pembibit untuk 3-4 Minggu ke depan. SO sebagai acuan produksi DOC FS, pembibit melakukan setting telur HE berdasarkan SO untuk eksternal dan internal farm,” paparnya.

Tak sampai di situ, kata dia, akan dilakukan audit kinerja farm PS aspek kesesuaian Good Breeding Practices (GBP) sekaligus pembinaan aspek manajemen dan biosecurity breeding farm untuk meningkatkan performa dan efisiensi.

Ads Air Haji

Sedangkan untuk jangka menengah. Seperti, mengusulkan review struktur biaya produksi ayam ras sebagai rekomendasi perubahan harga acuan Permendag No 7 tahun 2020.

“Lalu, harga acuan pembelian di tingkat petani untuk livebird (ayam hidup) dan telur ayam ras diupayakan mencapai efisiensi, dan kami dorong efisiensi biaya produksi,” tuturnya.

Terakhir, jangka panjang. Pemerintah akan merumuskan kewajiban pemotongan ayam ras di Rumah Pemotongan Hewan Unggas (RPHU) dan optimalisasi cold storage untuk menekan peredaran livebird.

“Optimalisasi tata niaga ayam ras melalui rantai dingin, akselerasi target peningkatan konsumsi ayam dan telur ayam ras melalui promosi dan peningkatan industri olahan, serta akselerasi capaian target ekspor produk unggas dengan memperluas penerapan sistem kompartemen bebas AI,” pungkasnya.

Data Kementan, awal tahun 2020 harga livebird sempat anjlok sampai yang terendah pada bulan April rata-rata Rp 13.517 per kilogram di Pulau Jawa. Harga tersebut jauh di bawah HPP (Harga Pokok Produksi) tingkat peternak yaitu Rp 15.000-17.000 per kg. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.