Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Tim Penyuluh Rokan Hilir Kendalikan OPT Padi

0 11

RIAU, KABARPANGAN.ID – Tim Penyuluh pertanian dan POPT WKPP Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Riau melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) padi sawah di Kepenghuluan Mukti Jaya. Kegiatan tersebut juga diikuti, yakni Petugas POPT Susila, PPL Mukti Jaya, Sunarsono, Tomiri, dan Babinsa Pendamping Mukti Jaya.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) padi sawah merupakan tindakan untuk pencegahan serta menekan terjadinya serangan hama maupun penyakit tumbuhan khususnya tanaman padi sawah. Penyakit yang sering timbul di antaranya blast dan kresek.

Beberapa faktor terjadinya penyakit blast dan kresek yaitu kelembaban udara yang tinggi, genangan air yang terus menerus, serta rimbunnya pertanaman yang disebabkan oleh kelebihan Nitrogen (N). Penurunan hasil panen bisa mencapai 70 persen dengan buah yang kosong karena pembuahan yang tidak sempurna.

Untuk mengendalikan penyakit ini di antaranya melalui sanitasi lingkungan tanaman, teknologi tanaman padi jajar legowo atau sistem gawangan, perbaikan saluran tersier petakan sawah, pemupukan berimbang sesuai rekomendasi setempat. Jika serangan tinggi gunakan pestisida yang terbatas.

Sementara untuk pencegahan terjadinya penyakit blast dan kresek di antaranya hindari genangan air sepanjang musim tanam, kelola pengelolaan air sesuai dengan intermittend, kurangi penggunaan pupuk urea secara berlebihan, dan lakukan pengamatan setiap hari.

Ads Air Haji

“Demi mewujudkan ketahanan pangan, kita harus memberikan semangat kepada petani dimulai dari desa sehingga petani ini dapat meningkatkan perekonomiannya khususnya pada saat ini dalam situasi Covid–19. Mudah-mudahan dengan semangat kita, petani menjadi semangat,” katanya dalam keterangannya, Kamis (23/7).

Sejalan dengan strategi Kementan yang dikomandoi Mentan Syahrul Yasin Limpo perlu adanya sinergitas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kegiatan ini dapat dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi bahkan diversifikasi pangan. Tugas kita semuanya adalah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak agar ketahanan pangan nasional meningkat,” kata Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, terwujudnya ketahanan pangan harus didukung semua pihak terkait.

“Penyuluh, petani dan kita semua insan pertanian ayo tetap bekerja penuh semangat, genjot terus produksi pertanian karena pertanian tidak boleh berhenti dan kita harus bisa memenuhi pangan 267 juta jiwa penduduk Indonesia,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.