Portal Berita Online
Ads Beras Haji

Tingkatkan Kesejahteraan Petani: Perlu Perhatikan Enam Prinsip Dasar Kemitraan

0 7

JAKARTA, KABARPANGAN.ID – Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mendukung kemitraan yang digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, harus memperhatikan enam prinsip dasar partisipatif.

“Pertama, proses diskusi atas kebutuhan petani maupun private sector sendiri. Kedua, kepatutan, yaitu secara sosial, ekonomi, lingkungan, harus patut. Ketiga, prinsip akuntabilitas. Keempat, tranparansi. Kelima, efisiensi dan terakhir memadukan profit dan benefit,” ujar Koordinator KRKP, Said Abdullah, dalam keterangannya, Senin (17/8).

Menurut Said, saat ini pendekatan pembangunan pertanian memang harus diarahkan untuk memperkuat taraf hidup petani. Karenanya, proses pendampingan kepada petani masih diperlukan.

Dia menambahkan, kemitraan yang sudah dijalankan saat ini harus kuat, seperti yang sudah dilakukan Jaker PO di Ngawi dan perusahaan rintisan pertanian seperti di TaniHub. Di Indonesia sendiri, upaya-upaya ini memang sudah mulai dibangun.

Ads Air Haji

“Hanya saja, saat ini model kemitraannnya masih transaksional. Harusnya kemitraan yang didorong adalah basis kepemilikan,” kata Said.

Sebab, lanjut dia, model transaksional menempatkan petani masih dalam di posisi bawah perusahaan.

“Jika kepemilikan, petani sama-sama seimbang dengan perusahaan. Bisa jadi model yang dikembangkan Tanihub bisa dikembangkan bersama Jaker PO bagaimana sistem kemitraan yang inovatif,” ucapnya.

Jadi, kata dia, perlu ada hubungan di level baru pada kemitraan. Saat ini, belum ada ruang pengaduan, mediasi, bahkan bisa jadi peraturan untuk melindungi petani maupun swasta.

“Saat ini masih diabaikan, sehingga perlu ada terobosan dengan basis kepemilikan dan ada payung hukum di pemerintah daerah,” pungkasnya. (mh/kp)

Leave A Reply

Your email address will not be published.